Selasa, 08 Februari 2011

Dilema Punya Sahabat Perfect


Gadis Cinta Melulu

Pintar, berbakat, cantik, modis, punya body keren dan gaul, itulah sahabat kita. Pastinya ikutan bangga dong, berteman sama dia. Tapi, ada satu masalah yang mengganjal. Di dekat dia, kita jadi merasa “bukan apa-apa”. Sebeeel!

Serba salah memang punya sahabat yang terlihat sangat sempurna. Jujur saja, kadang-kadang rasanya pengin si Miss Perfect ini nggak ada di dekat kita. Di sisi lain, kita sangat care dan sayang dengan si sahabat.  Hmm, tahu nggak apa masalahnya? Iri dan nggak pede yang ada di hati kita. Nggak perlu berlarut-larut merasa bersalah karena perasaan sebal kita terhadap sobat. Yang penting, jangan sampai pikiran negative menguasai kita dan merusak hubungan persahabatan. Hadapi masalah tersebut dengan:
  • Sadari bahwa nggak ada, termasuk diri kita dan dia yang benar-benar sempurna. Lagipula, seperti kata Tyra Banks, “Perfect is boring, human is beautiful.”
  • Buat list kelebihan diri kita. Ini bisa membuat kita lebih percaya diri. Lebih oke lagi kalau kita dan sahabat saling menuliskan kelebihan satu sama lain. Mungkin dari sudut pandang si sobat, kita juga terlihat sempurna.
  • Berpikir bahwa kita juga sangat istimewa, sampai-sampai seseorang yang nyaris perfect, memilih berteman sama kita. Ya, kan?
  • Bisa ketularan berbagai hal positif dari si sobat. Misalnya, contek cara dia mix and match baju biar ikutan gaya, minta ajarin buka obrolan sama orang baru, dll.
  • Kita juga mendapat perhatian. Kalau sobat adalah pusat perhatian, otomatis siapapun yang ada di sekitarnya juga akan mendapatkan perhatian.
  • Jangan merasa iri dengan hal-hal yang berhasil diraih sobat. Apalagi, sampai mencari cara untuk menjatuhkannya. That’s so low! Makanya, tiap kali mulai merasa rada “sirik”, alihkan pikiran tersebut ke hal-hal yang bikin kita happy.
  • Envy is a waste of time. Sifat iri cuma bakal bikin kita terus-terusan merasa kurang dan nggak bisa objektif. Gara-gara fokus dengan rasa iri, kita justru bisa melewatkan banyak kesempatan. 
  • Jangan takut dan ragu untuk mengeluarkan potensi diri kita. Misalnya, mencalonkan diri jadi ketua acara sekolah atau sekedar melakukan make over rambut, Nggak perlu takut kalau nggak akan sehebat si sobat, karena tiap orang punya keunikan masing masing dan kesempatan untuk bersinar.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar